Saini KM Merancang Kurikulum Tari Keurseus di KORI

0
65
Foto: Istimewa

80THSAINIKM – Banyak pelajaran berharga yang didapatkan dari sosok Prof.Saini KM, karena saya telah mengalami dalam berbagai  kegiatan bersama beliau, pertama, tahun 1976 s/d tahun 1979 sebagai anak murid ketika menjadi mahasiswa ASTI Bandung, saya mendapatkan pelajaran bahasa Inggris dan Filsafat seni, kedua, mulai pada tahun 1980 sebagai teman sejawat, karena bersama beliau sebagai pengajar di ASTI Bandung, ketiga, tahun 1990 sebagai  atasan ketika beliau sebagai Ketua ASTI Bandung dan saya sebagai ketua Jurusan Tari .

Dari pengalaman tersebut saya mendapatkan  kesan bahwa beliau adalah sosok panutan yang mengagumkan baik dalam kehidupan sehari-hari maupun pola pikir sebagi seniman/budayawan juga sebagai akademisi.  Sepak terjangnya dalam segala hal menjadikan inspirasi bagi saya dan siapa saja yang mengenalnya,  juga seharusnya dapat dijadikan contoh terutama oleh para seniman  generasi selanjutnya. Beliau sangat disiplin dalam berbagai hal, beliau adalah guru, bapak, sahabat, teman diskusi. Segala sesuatu yang baik maupun yang buruk, yang menyenangkan maupun tidak,  selalu dihadapi dengan arif dan bijak.  Kalu tidak dalam acara resmi beliau selalu memakai bahasa sunda yang sangat halus dan santun, baik kepada yang lebih tua maupun yang lebih muda disertai dengan intonasi pengucapan yang lembut.  Sebagai seniman, budayawan, dan akademisi beliau sangat mumpuni  tentang kreativitas dan  pengetahuan dunia seni, bidang seni yang digelutinya tidak sebatas dunia seni sastra dan seni drama saja akan tetapi juga seni-seni lainnya.

Profesor  Saini KM   juga pemerhati dan paham tentang bidang seni tari meskipun bukan seorang penari, ini dapat diketahui ketika Bapak R Enoh Atmadibrata bersama- sama seniman dan budayawan lainnya pada tahun 1968   mendirikan Konservatori Tari (KORI) setingkat perguruan tinggi yang juga sebagai embrio berdirinya ASTI/STSI/ISBI Bandung, beliau adalah salah seorang penggagas.

Beliau juga turut merancang kurikulumnya, salah  satu materi mata kuliah wajib pada kurikulum KORI yang turut dirancang beliau adalah tari Keurseus. Karena pada waktu itu di Jawa barat terdapat berbagai gaya tari Keurseus seperti gaya Wirahmasari Rancaekek, gaya Wirahmasari Bandung, gaya Garut, Gaya Sumedang, Gaya Bogor dsb. Untuk Itu Bapak R. Enoh Atmadibrata,  bersama-sama Bapak R. Moh Tarya dan juga Prof Saini KM menganalisis gaya tari Keurseus mana yang dapat mewakili gaya-gaya daerah lainnya untuk dijadikan materi perkuliahan.

Hasil analisis beliau dan yang lainnya, menetapkan tari Keurseus gaya Wirahmasari Bandung dapat mewakili gaya daerah lainnya dan ditetapkan sebagai mata kuliah pada kurikulum KORI dan selanjutnya juga dijadikan salah satu mata kuliah tari   mulai dari ASTI sampai menjadi ISBI  sekarang.

Pada awal tahun 1968 beliau berdua bersama Bapak Moh. Tarya mendatangi kediaman    R. Oe Joesoef Tedjasoekmana salah seorang tokoh Tari Keurseus gaya Wirahmasari Bandung yang pada saat itu sebagai PNS yang sedang bertugas di Lembang Bandung . Kedatangannya mengajak bapak R,Oe Joesoef Tedjasoekmana untuk bergabung bersama-sama mengelola dan menjadi salah satu pengajar tari Keurseus di KORI Bandung.

Itulah sisi kelebihan sosok Prof. Saini KM sebagai akademisi, seniman/budayawan,  mempunyai wawasan yang luas tentang dunia kesenian,  diantaranya sebagai pemerhati dan pecinta seni tari, khususnya tari tradisi Sunda.

Semoga di usia 80 tahun Bapak Profesor Saini KM, diberkahi Allah SWT panjang umur dan dalam keadaan sehat walafiat selamanya. Aamiin Yaa Rabbal Allaamiin.*(Indra Rachmat Yusuf-Dosen Tari)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here