Maha Guru, Bapak dan Sahabat

0
206

80THSAINIKM – Sosok manusia ideal senantiasa didambakan dan diangan-angankan oleh setiap insan. Tidak mudah untuk meraih dan mengimplementasikannya dalam setiap ranah kehidupan. Tipologi Plato yang memuat pikiran, kemauan, dan perasaan dimiliki manusia sebagai media untuk mengolah jiwa menuju pada suatu relitas kehidupan yang hakiki. Dasar tipologi ini sebagai inspirasi dalam menguak Saini KM sebagai sosok guru, bapak, dan sahabat.

Pertama, pikiran sebagai sumber kebijaksanaan, dibentuk atas dasar pribadi, keluarga, dan masyarakat yang berujung pada ranah kebudayaan. Sekaitan dengan telisik pada enam nilai kebudayaan E. Spranger, sosok Saini tergolong pada tipe manusia sosial, manusia pengetahuan, manusia seni, dan manusia agama. Manusia sosial, terbaca melalui dedikasi pada perilakunya yang pandai bergaul, mencintai masyarakat, dan senang berkorban dengan tidak melupakan pengabdiannya pada Tuhan. Senyuman dan keramahtamahannya senantiasa menebarkan kesejukan. Manusia pengetahuan, jelas terbaca pada kegemaran berpikir dan belajar. Artinya satu tanda bahwa dalam dirinya selalu terdorong oleh rasa ingin tahu dalam berbagai hal. Sebagai manusia seni, tercermin pada gaya hidup yang bersahaja, mudah bergaul dengan siapa saja, senang menikmati keindahan, dan gemar mencipta. Manusia agama, seluruh aktivitas hidup semata-mata hanya untuk kepentingan bekal di akhirat kelak. Perihal ini, dapat diakumulasikan pada aktivitas ibadah, menolong orang lain, selalu bersyukur, terkadang keinginan untuk kaya tidak tersirat dalam benaknya.

Kedua, kemauan sebagai sumber keberanian, semua kalangan kenal dengan sosok terpuji yang banyak menciptakan karya sastra baik berupa puisi maupun buku. Dengan demikian, dari hasil upayanya dapat tercapai puncak penghargaan secara akademik sebagai guru besar dan budayawan di mata masyarakat.

Ketiga, perasaan sebagai sumber kekuatan menahan hawa nafsu melekat pada sosok guru dan bapak ini. Tampilan pribadi yang rapi, bersih, tenang, optimis, mudah tersenyum tergolong pada pribadi yang bersifat sanguinis. Menahan perasaan tercurahkan dalam kumpulan sajak cinta yang diberi judul mawar merah. Ungkapannya sangat teliti dan pandai bersembunyi dibalik pengandaiannya.

Dampak ketiga tipologi kebaikan pikiran, kemauan, dan perasaan yang diramu dengan pengetahuan, seni, agama, dan sosial, mewujudkan keadilan. Keadilan bagi dirinya, keluarga, dan khalayak menggiring pada titik ketentraman yang menyejukkan. Saini KM sosok penjelmaan sebagai guru yang patut ditiru, suami yang patut disayangi, dan bapak yang patut dibanggakan.*(Lilis Sumiati – Dosen Tari ISBI Bandung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here